Buat pesawat kertas rekor dunia ini untuk anak atau cucu, mereka pasti senang

0

Dunia anak tahun 70-80an penuh dengan permainan-permainan out door yang mengasikkan. Tapi kini kebiasaan itu mulai hilang atau sangat jarang sekali kecuali di daerah-daerah dimana teknologi belum kuat mencengkram. Padahal banyak sisi baik dan pelajaran dari permainan luar rumah yang bisa dipetik.

Di kota-kota besar atau banyak tempat walau tidak menyandang status kota besar, dunia permainan out door sudah direbut oleh permainan dari “kotak kecil tipis yang bercahaya“. Kotak kecil tipis bercahaya ini sedikit demi sedikit akan mengikis sisi sosial generasi penikmatnya.

Bukan berarti kita harus meninggalkan teknologi, tapi setidaknya ada sedikit waktu dapat kita luangkan untuk benar-benar melatih otot dan berkeringat karenanya serta tersiram cahaya alam yang menyegarkan,

Panasaran.com mengajak Anda untuk mengenalkan permainan “jaman dulu” agar Anda mengajak anak, keponakan, cucu bahkan tetangga untuk keluar dan membuat pesawat kertas. Bukan pesawat kertas biasa melainkan pesawat kertas yang telah memecahkan rekor dunia yaitu bisa terbang sejauh 226 kaki atau sekira 69 m!

Anda mungkin berpikir bahwa pesawat kertas adalah permainan yang cepat dibuat dan menyenangkan hanya untuk anak-anak, tetapi ada di dunia ini ada orang yang pembuat pesawat kertas yang sangat serius dalam pembuatannya hingga mencapai dengan rekor tertinggi.

John Collins, The Paper Airplane Guy , telah mempelajari origami dan aerodinamika untuk merancang pesawat yang mencetak rekor dunia. Pada 2012, salah satu desainnya, dilemparkan oleh pemain sepakbola profesional Joe Ayoob, memecahkan rekor dunia Guinness untuk jarak terjauh yang pernah diterbangkan. Lihat aksi Joe Ayoob dalam video ini:

Pesawat terbang 226 kaki, 10 inci atau hampir 69 m untuk memecahkan rekor sebelumnya yang hanya 19 kaki, 6 inci alias 5 m saja!. Collins adalah pria berbaju biru yang melompat kegirangan.

Penasaran ini membuatnya? Ajak anak atau keponakan Anda nonton video berikut:

Suatu ketika seorang shahabat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bernama Hanzholah radhiallahu ‘anh mengeluh kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bahwa dia merasa sebagai orang munafiq karena saat dekat dengan Rasulullah dia merasa sholeh tapi di saat jauh dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam dia sering mengajak anaknya bermain. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam berkata, “demi dzat yang diriku ada pada genggamannya, andaikata kalian terus menerus di dekatku dan terus menerus berdzikir, niscaya para Malaikat akan berjabat tangan dengan kalian dikasur dan dijalan jalan kalian, akan tetapi wahai Handzolah ada waktunya masing masing (kalimat ini di ulangi 3 kali).”

Jadi ada waktu menuntut ilmu ada waktu bermain bersama anak. Ayo bermain! Selamat mencoba!

Allahu a’lam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here