Dijamin! Kisah ini akan membuat mata Anda berkaca.

0

Ada saatnya kita mendapati keimanan kita kering, malas melakukan ibadah, terasa suntuk dengan kehidupan, dan susah menerima ilmu maka salah satu obat terbaik yaitu mendapati hikmah dari kisah keimanan yang menggugah. Believe me, it works!

Tentu Allah menjadikan sepertiga isi Al Quran yang berupa kisah tidak mungkin tanpa memberi pesan bahwa kisah memang memberikan banyak pelajaran dalam banyak hal termasuk memupuk keimanan.

Berikut kisah Ustadz Nouman Ali Khan dan Akhi Robert Da Villa yang bisa jadi akan menguras air mata kita dan menginspirasi keimanan kita

Nouman Ali Khan adalah seorang penda’wah Muslim Amerika dan pengajar Bahasa Arab. Khan mendirikan Institut Bayyinah untuk Studi Bahasa Arab dan Al-Qur’an setelah dia mengajar Bahasa Arab di Nassau Community College. Khan dinobatkan sebagai salah satu dari 500 muslim paling berpengaruh di dunia oleh Royal Islamic Strategic Studies Centre Jordan.

Khan lahir di Jerman dari keluarga Pakistan. Dia menghabiskan masa prasekolahnya di daerah yang dahulunya merupakan Berlin Timur. Ayahnya bekerja untuk Kedutaan Besar Pakistan di Riyadh, Arab Saudi. Khan bersekolah di sekolah Kedutaan Besar Pakistan dari kelas 2 hingga 8. Ayah dan keluarganya pindah ke New York saat Khan masih remaja.

Berikut pertemuan penuh hikmah itu:

Allah pertemukan dengan cara yang unik

Suatu ketika, Ustadz Nouman diundang untuk memberikan ceramah di Fort Worth, suatu masjid yang sudah tidak dikunjunginya sekitar 4 atau 5 tahun lebih. Saat itu dia berceramah tentang do’a.

robert-davila

Seorang laki-laki dari Mesir datang padanya setelah khutbah selesai dan berkata, “Allah mengabulkan doaku hari ini.
Apa doamu?” tanya Ustadz Nouman
Doaku adalah supaya Nouman Ali Khan dapat bertemu Robert Davila.

Ustadzz Nouman sedikit kebingungan. “Apakah kamu Robert Davila?
“Bukan,” jawabnya. “saya bukan Robert Davila. Robert Davila adalah temanku, tapi aku pikir Allah sedang mengabulkan doaku.

Ustadz Nouman penasaran. “Lanjutkanlah, aku ingin tahu tentang itu.

Robert Davilla dan kematian sahabatnya

Robert Davila adalah pria muda yang tinggal di sebuah kota sejauh 40 menit dari Fort Worth, dia adalah seorang petani, masih muda. Lalu dia terserang penyakit genetik yang membuat badannya lumpuh dari leher ke bagian bawah badan. Dan dia tinggal di sebuah panti jompo.

Kebanyakan yang tinggal di panti jompo itu adalah mereka yang berumur 90 tahun, 100 tahun, mereka yang sudah sangat tua. Dan ada sebuah kamar untuk dia yang baru berumur 30 tahunan. Dan ia telah tinggal di panti jompo itu selama 10 tahun ke belakang.

Keluarganya memberikannya sebuah komputer yang dapat dikontrol menggunakan suara. Jadi ia dapat memberikan perintah melalui suaranya, dengan menggunakan headphone, ia dapat meng-google sesuatu, mencari sesuatu, jadi ia dapat menjelajah internet, dan mencari informasi. Di dalam kamarnya.

Davilla berasal dari keluarga Kristen. Setiap pekan seorang pastur secara rutin datang padanya untuk memberikan pencerahan keimanan agamanya dan hal-hal lainnya. Dan ia memiliki teman baik yang juga lumpuh dan sedang memerlukan donor hati karena hatinya sudah hampir tidak berfungsi. Temannya itu berada bersebelahan kasur dengannya

Mereka berteman baik. Dan mereka selalu berbicara tentang banyak hal termasuk tentang Tuhan dan hal-hal sekitarnya.

Suatu ketika, teman baiknya ini mendapat kabar bahwa ia mendapatkan donor hati. Jadi ia sangat senang.

(Ia berkata) “Robert, aku akan merindukanmu, tapi aku harus pergi, aku telah mendapatkan donor.

Kemudian para petugas medis mereka membawa temannya itu. Lalu mereka pun mengoperasinya. Sekian waktu berjalan namun takdir berkata lain, temannya ini meninggal ketika dioperasi.

Davilla sangat sedih. Untuk mengobati kehilangan tamannya, adik temannya ini memberi sebuah kalung salib yang biasa dipakai di dada temannya dan memberikannya pada Robert.

Ini adalah kenang-kenangan dari teman lamamu,” kata adik temannya itu

Mimpi bertemu Rasulullah Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassalam

Tinggallah Robert Davilla sendiri di kamar itu. Ia selalu memandang kalung peninggalan temannya yang digantungkan di sebelah kasur Robert. Kesedihan menghinggapinya berhari-hari. Sebenarnya Robert Davilla hidup nyaman di Panti itu. Para perawat menyenanginya dan dengan senang hati menjaga dan merawatnya.

Suatu ketika dia tertidur dan dalam mimpinya ia melihat seorang laki-laki. Laki-laki itu berkata bahwa namanya adalah Muhammad. Dan laki-laki itu berkata sambil menunjuk kepada salib peninggalan temannya.

Tuhan tidak mengirim seorang Nabi supaya mereka menyembah Nabi itu. Tuhan mengirim Nabi supaya kalian menyembah Tuhan.
Dan Yesus hanyalah seorang laki-laki, ia berjalan di tengah-tengah kalian. Dan ia pun makan makanan.
“ Dia (Yesus) berjalan di tengah-tengah kalian, dan ia pun makan makanan”

Demikian yang dikatakan laki-laki itu. Lalu mimpinya berhenti.

Hidayah Datang!

Mimpi itu sangat merisaukan hati Davilla. Dia hanya mengerti bahwa Yesus hanyalah seorang pria. Dan perkataan seseorang yang mengaku Muhammad itu membuatnya penasaran. Kata-kata yang diucapkannya seperti terulang terus mengisi fikirannya

Lalu ia pun mulai meng-googling “Muhammad”. Semakin banyak dia tahu semakin ia kagum. Dan akhirnya hidayah Allah menghampirinya. Ia menemukan Islam. Ia pun mengucapkan syahadat.

Namun baginya tidak selesai dengan syahadat, ia ingin belajar lebih jauh, ia ingin belajar al-Qur’an. Lalu ia pun mengikuti sebuah perbincangan online dan berfikir bahwa ia membutuhkan seseorang yang akan mengajarkan Al-Qur’an.

Lalu ia berkenalan dengan seorang laki-laki dari Mesir lewat Skype untuk belajar bahasa Arab. Belajar huruf-huruf Arab. Ketika ia telah mengerti huruf-huruf Arab, ia ingin belajar membaca Al-Qur’an. Dia menghapal 10 surat dari kasurnya di rumah sakit.

Lalu ia berkata, “Aku sudah mulai membaca al-Qur’an, juga mulai mengenal Rasul-Nya,
tapi aku perlu mempelajari Al-Qur’an.

Jadi ia mulai meng-googling “Bagaimana cara memahami Al-Qu’ran”. Dan tidak sengaja ia menemukan video Ustadz Nouman Ali Khan. Lalu iapun mulai menonton ceramah-ceramah saya. Dan iapun menonton hampir semuanya.

Seorang Pria Muslim yang hampir kehilangan iman

Seakan-akan Allah ingin memberikan pelajaran besar yang indah dalam kisah ini, di panti Jompo ini ada juga seorang keturunan mesir, yang dasarnya adalah seorang muslim namun tidak pernah lagi menjalankan praktek-praktek ibadah islam, sangat kontras dengan Robert Davilla. Ia justru telah hampir kehilangan imannya.

Pria dari Mesir ini biasanya datang untuk memperbaiki sesuatu. Dia mengaku tidak lagi menjalankan ibadah Islam dengan dalih Masjid terdekat dari tempat tinggalnya berada 80 km darinya. Jadi ia sudah jarang pergi shalat Jum’at. Tapi ia mulai merasakan kekosongan dalam hatinya, jadi ia pergi ke gereja agar merasa dekat dengan Allah. Dia dibesarkan menjadi seorang Muslim, namun begitu ia pergi ke gereja agar merasa dekat kepada Allah.

Lalu suatu hari ia melewati kamar Robert dan mendengar, “Wal-‘ashr, innal-insaana lafii khusr.” (QS Al-‘Asr ayat 1 dan 2)

Pria ini kaget. Kalimat yang diucapkan itu tidak mungkin ada di panti jompo ini. Lalu dia masuk ke dalam kamarnya.

Robert, apa yang sedang kamu dengarkan?” tanyanya
Tidak ada, aku tidak sedang memutar sesuatu. Itu suara aku.” kata Robert

Lalu pria itu menjadi seperti…(kebingungan)

Apakah kamu seorang Muslim?” tanya pria ini lagi.
Ya, Aku telah menjadi seorang Muslim.” jawab Robert Davilla tenang.

Dan temannya ini menjadi kaget. Bagaimana Allah dapat menuntun seseorang yang tinggal di sebuah kota Kristen di Amerika, di sebuah panti jompo dengan sebuah salib di sebelah kasurnya yang iapun tidak mampu memindahkannya.

Aku ingin kembali kepada Allah.” kata Robert.

Kemudian mereka terlibat dengan pembicaraan bagaimana Robert bermula menemukan keimanan dan juga ceritanya bahwa ia selalu menonton ceramah-ceramah dari Ustadz Nouman Ali Khan

Aku berharap dapat bertemu dengannya suatu hari.” lirih Robert

Pria Mesir itu tertegun
Ok, aku akan berdoa untukmu.” katanya.

Dan pertemuan pria Mesir ini di masjid yang sudah lama tidak dia kunjungi dengan Ustadz Nouman menjadi awal kisah yang ditulis di atas.

Menuju Robert

Dan setelah 5 tahun, teman Mesir nya itu datang ke Masjid yang sudah lama tidak dikunjungi dan Ustadz Nouman pun sudah selama 4 tahun tidak singgah lagi ke masjid itu. Sebuah takdir yang misterius.

Aku pikir Allah sedang mengabulkan doa temanku dan doaku.” kata pria Mesir itu

Ya, aku rasa Allah mengabulkannya.” timpal Ustadz Nouman
Ayo kita kunjungi dia!”

Tak ada yang tak menangis

Ustadz Nouman mengajak beberapa orang dan mereka pergi untuk bertemu Robert. Tiba di serambi Panti Jompo seorang petugas atau mungkin perawat menyambut. Sepertinya dia agak sedikit terkejut. Belum pernah ada tamu yang ingin bertemu dengan Robert

Kalian semua ingin bertemu Robert?
Yup.
Kenapa kamu ingin menemuinya?
Dia adalah inspirasi bagi kami.

Lalu perawat itu berkata, “Izinkan kami mengecek dahulu.

Dan mereka harus menghubungi petugas rumah sakit, dan hal lainnya. Dan akhirnya rombongan Ustadz Nouman diizinkan untuk masuk menemuinya.

Betapa Robert terkejut. Sulit keluar kata-kata dari mulutnya. Setelah salam dan saling berpelukan, Ustadz Nouman ingin mengungkapkan rasa penasarannya.

Hey, Robert, aku dengar kamu menghapal beberapa surat?

Ia berkata, “Ya.

Maukah kamu membacakan satu surat untukku?

Lalu iapun membacakan surat Al-‘Asr. Suaranya yang lemah seperti memiliki kekuatan. Tidak ada satupun dari mereka yang tidak menangis saat itu. Mereka bergelimang air mata. Ternyata ketika seseorang kembali kepada Allah, tak perlu khawatirkan caranya. Hidayah akan datang. Dengan caranya sendiri.

Pesan dari Ustadz Nouman kepada Kaum Muslim khususnya pemuda

Saya ingin menceritakan tentang Robert sedikit lagi karena ada para pemuda di sini. Para pemuda yang sering main basket, para pemuda yang sehat, para pemuda yang memiliki ambisi.

Tadi saya katakan, seperti apa penyakit lumpuh ini (yang dialami Robert), lumpuh dari mana sampai mana? Dari leher ke bawah! Robert mempunyai kursi roda yang menopang seluruh badannya. Dia hanya dapat duduk pada kursi roda itu. Kursi rodanya yang menopang leher dan menopang seluruh badannya pada tempatnya.

Karena ia tidak mempunyai kekuatan untuk mengontrol bagian-bagian tubuhnya. Dan ia harus menggunakan sebuah mobil van yang memiliki kunci khusus. Jadi ketika ada guncangan, ia tidak akan merasa terkejut. Lalu ia pun memohon supaya dapat pergi shalat Jum’at.

Saat itu tidak tersedia mobil van yang khusus, jadi mereka membawa Robert dengan mobil van biasa. Jadi dia menaiki mobil van yang biasa. Dan ia mendapatkan beberapa benturan sehingga tulang rusuknya semakin sakit. Lalu ia shalat Jum’at. Lalu ia pulang dengan rasa sakit yang amat sangat.

Dan para perawat berkata, “Maaf Robert, kamu sudah tidak bisa duduk di kursi rodamu.

Kamu akan tetap terbaring di kasurmu, setidaknya untuk 6 bulan ke depan.

Jika kesehatanmu membaik, maka kamu dapat bangun kembali.

Saat itu saya menemuinya dalam kurun waktu ia terbaring di tempat tidur, Dia sudah terbaring di kasur itu selama 3 bulan. Dan penyebab mengapa ia sampai terbaring di kasur itu adalah karena ia pergi shalat Jum’at. Dan ia katakan padaku tentang shalat Jum’at itu.

Ia katakan, “Aku tidak pernah merasakan ketenangan selama hidupku seperti yang kurasakan dalam masjid itu.”

Dan tahukah kamu apa yang akan kulakukan, saudara Nouman?

Ketika aku sudah dapat duduk di kursi roda lagi, aku akan pergi shalat Jum’at.

“Aku akan pergi ke masjid karena aku belum pernah merasakan ketenangan itu sebelumnya.”

Dia hanyalah seorang pria yang hanya mampu mengontrol mulut dan matanya.

Dan ia berkata, “Aku hanya menemukan ketenangan ini di dalam masjid.

Dan lihatlah kita di sini. Masjid-masjid ini. Saya tidak peduli apa ideologinya, bagaimana pemikirannya, apa yang mereka bicarakan di dalam masjid, fitnah apa yang ada di dalamnya. Saya tidak peduli. Itu tetaplah “Rumah” Allah, pergilah shalat ke sana!

Robert berbicara di sebuah masjid di Texas. (Foto :halaman Facebook Ustadh Nouman

Jangan pergi ke sana untuk berbincang dengan orang-orang, tapi datanglah untuk “berbicara” kepada Allah. Pergilah “berbicara” kepada Allah. Anda pergi hanya untuk diri Anda dan Allah, itu saja. Hal lain memang ada, tapi Anda tidak pergi ke masjid untuk itu. Anda hanya pergi untuk mendapatkan ketenangan. Maka Anda akan menjadi orang yang berbeda. Jika Allah dapat menuntun Robert Davila. Allah dapat menuntun semua orang.

Robert Davilla merasa menjadi orang yang beruntung

Dan Robert berkata, “Tahukah kamu, kadang aku berpikir kenapa Allah membuatku seperti ini.. lalu aku katakan pada diriku, kamu bercanda ya? Allah telah memberiku banyak sekali.

Aku sangat bersyukur atas apa yang Allah berikan padaku. Dan jika ini memang jalannya supaya aku dapat berjalan di Agama Islam, maka ini semua tidak sia-sia. Ini semua sangat berarti.

Dan sekarang Anda lihat ada Muslim yang mendapatkan sedikit penyakit. Dan mereka berkata, “Mengapa Allah membuatku seperti ini?

Para kaum atheis berpikir, karena penderitaan, maka tidak ada Tuhan. Jika ada seseorang yang pantas berkata, “Saya tidak percaya Tuhan. Jika memang ada Tuhan, mengapa aku bisa sampai seperti ini?

Jika Robert Davila seorang atheis. Pria itu pasti akan berkata,
Aku tidak percaya pada Tuhan. Jika memang ada Tuhan, mengapa aku bisa lumpuh seperti ini?

Tapi, Robert berada dalam posisi itu dan saya tidak pernah melihat wajah yang lebih bercahaya daripada wajahnya. Tidak pernah. Saya tidak pernah melihat wajah yang benar-benar menunjukkan kedamaian. Ia sangat puas akan hidupnya. Dia sangat senang. Dia terlihat senang.

Tujuh khutbah terakhir yang aku bawakan. Itu semua berdasarkan setiap kalimat yang ia ucapkan dalam perbincangan kami. Karena memang sangat penting. Dia adalah seorang guru bagi saya. Saya menganggapnya sebagai guru. Dia adalah “shaykh’-ku”.

Siapa shaykh-mu?” Akan kujawab, “Robert Davila.

Petunjuk telah tersebar di sekitar kita. Anda tidak perlu mengkhawatirkan tentang apa yang tidak ada di sana. Ada banyak petunjuk di sana.

Tahukah kamu apa yang Allah lakukan terhadap para “penduduk gua”? Tahukah kamu bahwa bahkan Allah menuntun mereka di mana mereka tertidur. Bahkan Allah menuntun mereka ke arah mana tubuh mereka berbalik. Ketika matahari muncul, mereka membelakanginya. Dan ketika matahari tenggelam, mereka berbalik lagi.

Allah bahkan akan menuntun Anda ketika Anda tertidur. Ketika Anda sudah berdoa memohon (petunjuk) kepadaNya. Allah bahkan akan menuntun Anda ketika Anda tertidur. Setiap arah balik badan dituntun oleh Allah. Dapatkah kamu membayangkannya?

Kita tidak boleh pesimis atas petunjuk Allah. Kita tidak perlu khawatir bagaimana caranya untuk mendapatkan kedamaian itu. Itu adalah bagian Allah untuk menuntunmu. Tugasmu adalah untuk berbicara (berdoa) kepadaNya. Tugasmu adalah bagaimana supaya ikhlas melakukannya.

Itulah pesan yang saya miliki untuk Anda. Begitulah caranya supaya kita mendapatkan kedamaian itu. Sejujurnya, seperti itulah. Dan ketika Anda telah melakukannya, ketika Anda ikhlas melakukannya. Allah akan membuka “pintu-pintu” Allah akan memberikan teman, guru, akses untuk berbagai sumber hal-hal. Semua yang dapat membawa Anda lebih dekat dan dekat kepada Allah dan kepada kebenaran dan membuat hidup lebih baik untuk orang-orang di sekitar Anda.

Hanya ini yang ingin saya sampaikan kepada Anda. Saya tidak akan berbicara lagi, saya telah berbicara terlalu panjang.

Demikian pertemuan itu terjadi dan sampai di tangan kita, pasti Allah mempunyai maksud untuk itu. Masya Allah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here