Ini Fatwa Grand Mufti Arab Saudi Terkait Sholat ‘Ied Saat Pandemi

0

Mufti Besar Arab Saudi dan kepala Dewan Ulama Senior dan Departemen Riset Ilmiah dan Ifta Sheikh Abdul Aziz Al Asheikh memutuskan bahwa diperbolehkan untuk melakukan sholat Idul Fitri di rumah dalam keadaan luar biasa seperti situasi pandemi saat ini. Sholat terdiri dari dua rakaat dengan melafalkan lebih banyak takbir disetiap mula rakaat dan tanpa khotbah.

Sedang tentang zakat fitri, Sheikh Abdul Aziz, sebagaimana disampaikan kepada Okaz/Saudi Gazette, mengatakan bahwa Zakat tersebut dapat didistribusikan melalui lembaga amal jika lembaga tersebut dapat dipercaya dan telah memiliki reputasi baik dalam penyaluran, dengan ketentuan bahwa itu harus didistribusikan sebelum hari Idul Fitri. Mufti Besar juga mendesak para orang tua untuk mendidik anak-anaknya agar semakin semangat dalam berinfaq dengan sukarela untuk orang-orang miskin dan yang membutuhkan.

Sementara itu, Sheikh Abdul Salam Abdullah Al-Sulaiman, anggota Dewan Ulama Senior dan Komite Tetap Fatwa, mengatakan bahwa shalat Idul Fitri dapat dilakukan secara individu atau berjamaah.

Berbicara kepada Okaz/Saudi Gazette, dia mengatakan bahwa jamaah disunnahkan memperbanyak takbir sebelum memulai shalat dan melakukan sholat sebagaimana sholat ‘Ied dengan enam takbir di rakat pertama kemudian membaca Fatihah dengan jahr dan kemudian sangat ideal untuk membaca Surah Al-Qaf atau Al A’la

Syeikh Abdul Aziz Al Asheikh
Syeikh Abdul Aziz Al Asheikh

Dalam rakat kedua, akan ada lima takbiratul ihram setelah berdiri kembali pada awal rakat kemudian membaca Surah Fatihah dan kemudian Surah Al-Qamar atau Al-Ghashiya, sebagaimana mengikuti contoh Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam

Syekh Al-Sulaiman juga mengutip contoh yang pernah dilakukan Anas Bin Malik, seorang sahabat terkemuka Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam. Ketika Anas radhiallahu ‘anhu, berada di rumahnya di Zawiya, suatu tempat di dekat Basra, ia tidak mendapati jamaah Idul Fitri dan karenanya ia melakukan shalat bersama dengan anggota keluarganya dan pembantunya Abdullah Bin Abi Otba.

Syeikh Al Sulaiman mengatakan bahwa waktu sholat Idul Fitri dimulai setelah matahari terbit dan waktu terbaik adalah setelah matahari terbit dengan ketinggian satu atau dua tombak seperti yang disepakati oleh sebagian besar ulama. Ini berarti 15 atau 30 menit setelah matahari terbit dan waktunya berlanjut sampai akhir waktu sholat Duha.

Sholat dilarang pada saat matahari terbit, dan mayoritas ahli fiqh, termasuk mazhab Syafi’i, Maliki, dan Hanbali menentang sholat pada waktu matahari terbit dan menyuruh untuk melakukan shalat hanya setelah matahari sudah setinggi satu atau dua tombak.

Mengenai pembacaan takbir pada kesempatan menyambut Idul Fitri, Sheikh Al-Suleiman mengatakan bahwa itu dimulai pada malam Idul Fitri dan berlanjut sampai awal sholat Idul Fitri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here