Menyamar untuk Menjebak Orang Islam Malah Menjadi Bumerang

0

Terkisahlah sejak peristiwa hancurnya menara kembar tahun 2011, lembaga-lembaga keamanan Amerika (PD, FBI, CIA dan lain-lain) berusaha untuk mencari akar kelompok yang dituduh teroris yang diduga berada dibalik aksi mengerikan itu. Sasaran utama mereka adalah masjid-masjid di negeri Paman Sam itu.

Dalam aksinya mereka menggunakan metode penyelusup atau mata-mata. Teringat Brian O’Conner yang diperankan Paul Walker di Fast & Furious? Nah mirip-mirip itulah dikit. Brian O’Conner ditugaskan menyamar di kelompoknya Dominic Toretto, memancing kejahatannya dengan maksud kemudian dijebak dan ditangkap. Tapi sayang kisah di bawah ini tidak “seindah akhir” Brian O’Conner

Kantor FBI (Wikipedia)

Tidak lama setelah Teror on Twin Tower, FBI menugaskan Craig Monteilh untuk menyamar di sebuah masjid besar di California Selatan. Penyamaran nyaris berhasil. Dia mengikuti setiap pengajian di masjid itu. Semua orang kemudian mengenalnya. Craig menjadi dekat dengan pengurus-pengurus dan aktifis masjid. Bahkan ia dijuluki sebagai seorang pelupa karena kunci dan hanphonenya sering tertinggal di masjid atau kantor masjid. Orang-orang masjid tidak menyadari bahwa itu adalah kesengajaan, karena si Craig ini sebenarnya meninggalkan alat-alat penyadap suara.

Tetapi tidak ada tanda-tanda bahwa masjid ini mendukung terorisme. Tapi pihak FBI tidak patah arang. Mereka kemudian menyusun siasat baru. Mereka memerintahkan agennya untuk mulai berbicara “jihad”. Entah apa yang ada dalam otak FBI tapi mereka menyangka jika ada ide yang ditawarkan kepada jemaah, “Kita harus meledakkan orang-orang kafir!” disangkakan akan disambut dengan sorak-sorai kegembiraan. Apakah usahanya berhasil?

NO!! Justru pihak masjid menjadi curiga. Kemudian mereka melaporkan hal ini kepada FBI bahwa ada orang baru yang sering berbicara ide-ide teror. Mereka curiga bahwa orang itu adalah teroris.

Image : orangecoast.com/

Tapi apa hendak mau dikata, pihak masjid akhirnya mengetahui bahwa Craig Monteilh, “sahabat mereka” adalah seorang FBI yang sedang menyamar. Pihak masjid merasa sangat tersinggung dengan cara tersebut. Dan peristiwa ini berbuntut tuntutan pihak muslimin kepada FBI.

Pada tahun 2012 Pengadilan tingkat pertama memutuskan bahwa FBI tidak bersalah, karena berdalih bahwa itu adalah tugas negara. Namun pada tahun 2019 tepatnya pada bulan Februari, Pengadilan Tingkat Banding memutuskan secara bulat untuk mengangkat lagi kasus ini sebagai Class Action Muslim California Selatan kepada FBI. Saat ini proses masih berjalan, Semoga Allah Ta’ala memberi kemenangan bagi saudara-saudara kita di California.

But you know what,.. si Craig ini akhirnya bersuara “menyalahkan” FBI untuk kasus infiltrasi memalukan ini. Dan ia bersedia membuka aib-aib FBI terhadap beberapa penugasan yang merendahkan martabat umat islam. Craig melakukan itu karena ternyata FBI tidak bersedia memulihkan namanya setelah kejadian itu padahal ia sudah melakukan tugas negara. What a world!!!

وَمَكَرُوا وَمَكَرَ اللَّهُ ۖ وَاللَّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ“Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya” (Ali Imran 54)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here