Mengharukan! Seorang Putri Diam-diam Menyumbangkan Ginjalnya untuk Ayahnya

0

Kisah nyata itu sudah terjadi dua tahun lalu, namun kisahnya sangat menginspirasi. Seorang ayah yang mengalami gagal ginjal, divonis tidak akan bertahan lama jika tidak segera mendapat ginjal pengganti. Tapi kemudian di saat kritis, tiba-tiba dia mendapat pendonor anonim, yang ternyata putrinya

Bayangkan diri Anda membutuhkan operasi karena jiwa Anda terancam karena kerusakan organ. Anda memerlukan organ baru dan untungnya, Anda menerimanya tepat waktu. Anda lega dan berterima kasih atas kesempatan untuk hidup satu hari lagi berkat kedermawanan seseorang yang anonim. Anda pasti bertanya-tanya siapakah manusia baik hati itu dan akan mendoakannya agar Allah membalas kebaikan mereka dengan pahala yang terbaik.

Mohammed Ismail Ashour Al-Saigh merasa bersyukur karena mendapat kesempatan memiliki ginjal pengganti yang berfungsi dengan baik dari seorang pendonor setelah ia menderita gagal ginjal. Sebelum operasi vital ini, Al-Saigh tidak diberitahu dan juga tidak terpikir tentang siapa orang baik yang telah berkorban untuk menyumbangkan organnya demi menyelamatkan nyawanya.

Sakitnya Sang Ayah, Kesedihan Sang Putri

Selama tiga tahun putrinya, Wala, menyaksikan dengan sedih ketika kesehatan ayahnya menurun drastis sampai-sampai dokter menyatakan bahwa tindakan transplantasi ginjal yang harus diambil dan menjadi pilihan terakhir jika menginginkan agar ayahnya tetap hidup.

Wala semakin gelisah dan kecemasannya meningkat setiap kali ayahnya harus melakukan cuci darah. Dilihatnya ayahnya meneteskan air mata dan ini yang membuat Wala sangat sedih. Dia mengatakan ketakutannya untuk ayahnya meningkat setiap kali dia mengucapkan selamat tinggal kepada mereka saat pergi untuk cuci darah. “Aku melihat air mata di matanya dan hatiku hancur,” katanya.

Wala Mendaftar sebagai Pendonor tanpa sepengetahuan Ayahnya

Dokter akhirnya memutuskan Al Saigh harus segera melakukan transplantasi ginjal karena kondisinya sudah sangat parah. Wala diam-diam mengakses laporan medisnya.  Dia mengetahui bahwa pendonor harus memiliki kecocokan medis yang sama seperti golongan darah, jaringan dan lain-lain dengan pasien. Wala yang merasa sehat langsung terfikir untuk menjadi pendonor.

“Saya menyimpan laporan itu secara diam-diam dengan saya dan pergi dengan saudara-saudara lelaki saya untuk pemeriksaan medis di rumah sakit,” katanya.

Wala mengajukan diri sebagai pendonor. Dia mengatakan tes membuktikan bahwa jaringannya identik dengan ayahnya sehingga rumah sakit menjemputnya.

Namun Al-Saigh hanya diberitahu bahwa ada kabar baik dengan adanya pendonor untuknya dan pendonor itu merahasiakan identitasnya.

Ketika operasi pemindahan ginjal di Rumah Sakit Angkatan Bersenjata di Tabuk dilakukan, Wala yang berusia dua puluh tiga tahun terus merahasiakan identitasnya.

Ranjang Ayah dan Putrinya Bersebelahan

Ketika Al-Saigh sadar kembali di ruang pemulihan rumah sakit, dia segera menyadari bahwa ada pasien lain di ranjang di sebelahnya yang ternyata adalah putrinya, Wala. Namun dia belum terfikir bahwa Wala adalah pendonor ginjalnya. Namun setelah mendapatkan kembali ketenangannya, barulah Al Saigh sadar bahwa pendonor misterius itu tidak lain adalah putri kesayangannya.

Ayahnya sangat sedih, namun dalam kesakitannya sehabis operasi, Wala, seorang anak yang sangat berbakti, meyakinkan ayahnya bahwa tindakan itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan pengorbanan yang ayahnya lakukan dalam hidup untuk membesarkan anak-anak dengan sangat baik dan penuh kasih sayang.

Saudi Gazette mengkabarkan perkataan mulia seorang anak yang berbakti, Mala yang berusaha meyakinkan ayahnya: “Sudah saatnya kami membayar kepada Ayah untuk semua hal baik yang telah Ayah lakukan untuk kami. Ayah telah membesarkan kami dengan baik, membangun rumah yang indah untuk kami dan menjaga kami dengan seluruh jiwa ayah ”

“Sudah saatnya kami membayar Ayah untuk semua hal baik yang telah Ayah lakukan untuk kami. Ayah telah membesarkan kami dengan baik, membangun rumah yang indah untuk kami dan menjaga kami dengan seluruh jiwa ayah”

Wala menambahkan bahwa dia melihat air mata keluar dari mata ayahnya yang terharu, “Saya sangat senang ginjal saya cocok dengan ayah saya dan bahwa saya telah membuat keputusan untuk mendonorkan kepadanya,” katanya.

Semoga Allah memberkahi Ayah dan Anak hebat ini yang telah menginspirasi banyak orang. (Sumber)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here