Pengalaman Unik Puasa Ramadhan di Luar Angkasa

0

Bagaimana merasakan puasa di Bulan Ramadhan di lingkungan nol gravitasi? Adakah orang yang pernah mengalaminya? Ada, Pangeran Kerajaan Arab Saudi, Sultan bin Salman.

Astronot Arab pertama Pangeran Saudi Sultan bin Salman mengatakan bahwa ia telah merasakan melaksanakan puasa Ramadhan dan melakukan sholat di luar angkasa, saat dia menjadi penumpang spesial di atas American Space Shuttle Discovery.

Dia menghabiskan tujuh hari di ruang angkasa sebagai salah satu dari tujuh awak internasional, termasuk astronot Amerika dan Prancis.

Pangeran Sultan Mencatat pengalamannya ke dalam sebuah buku 35-tahun kemudian. Pesawat ulang-alik yang ia tumpangi diluncurkan pada 17 Juni 1985, yang juga merupakan hari ke-29 Ramadhan. 

Baca juga: Bagaimana Melakukan Sholat di Luar Angkasa?

Tetap berpuasa walau sudah mendapat fatwa boleh meng-qodho

Meskipun Mufti Kerajaan Arab Saudi Syekh Abdulaziz bin Baz rahimahullah sudah memberikan fatwa yang membebaskannya dari puasa selama perjalanan luar angkasa, dan bisa menggantinya di hari yang lain, ia tetap berusaha melakukannya ditempat yang orang lain belum pernah melakukannya.

Merasakan Kelelahan

Pangeran Sultan mengatakan ia merasakan lelah saat hari pertama ia berpuasa. Tubuhnya melayang-layang berenang di ruang angkasa pada ketinggian 387 kilometer (241 mil) di atas permukaan bumi. Kondisi itu membuatnya sulit untuk tidur, dan ini yang diduganye merupakan penyebab kelelahannya. Dalam kondisi tanpa gravitasi, sulit untuk mendapatkan tidur penuh yang normal.

Pangeran Sultan mengatakan bahwa, meskipun dia merasakan kekeringan dan kehilangan cairan, dia menyelesaikan puasa hari itu dan berbuka puasa dengan ayam asam dan manisan Cina.

Sedangkan astronot lainnya makan tiga kali sehari dengan jagung manis yang dikukus, kembang kol dengan keju, tuna, udang, salmon, daging, pasta, salad buah, jus jeruk dan nanas, teh, dan kopi tanpa kafein.

Kesulitan untuk Sholat

Tetapi tantangan sebenarnya, menutur Pangeran Sultan, adalah untuk sholat di pesawat ulang-alik. 

“Anda harus memasang kaki Anda di dalam pengikat khusus untuk berdiri kokoh di dalam pesawat ulang-alik, karena gravitasi nol,” tulisnya dalam bukunya yang berjudul Seven Days in Space.

Astronot Malaysia yang sedang mmelaksanakan Sholat di Pesawat Ruang Angkasa

Baca juga: Bagaimana Melakukan Sholat di Luar Angkasa?

Dalam kondisi tanpa gravitasi, seseorang mengapung di angkasa, dan sulit untuk meletakkan kaki di tanah.

Sujud tidak mungkin, hanya sebagian saja yang mungkin. Juga, pada suasana ini, sujud menyebabkan pusing,” tambahnya.

Khatam Quran dalam 5 hari

Karena ini merupakan kesempatan yang sangat jarang untuk bisa diulangi, Pangeran Sultan berusaha untuk menamatkan membaca Al Quran secara full hanya dalam lima hari, masya Allah.

“Allah memberi saya berkah untuk membaca seluruh Quran dalam lima hari. Setelah melakukan tugas sehari-hari saya termasuk eksperimen ilmiah, fotografi, dan tindak lanjut dari peluncuran Arabsat, saya mendedikasikan sebagian besar waktu luang saya untuk pembacaan,” kata Pangeran Sultan, putra Raja Salman bin Abdulaziz.

Mengekspresikan kebahagiaan karena menjadi astronot Muslim dan Arab pertama, pangeran Saudi mengatakan para kru sangat mendukungnya dan memberi perhatian kepadanya. Mereka yang seharusnya tidur, memutuskan untuk tinggal bersamanya pada saat berbuka puasa.

“Saya memohon kepada Allah untuk memberikan kesuksesan pada kita semua dalam misi yang menantang ini sehingga kita menghormati kepercayaan semua orang yang mempercayai kita. Doa subuh membuat saya nyaman dan optimis,”katanya. 

Misinya utamanya sendiri yaitu untuk membantu meluncurkan satelit untuk Organisasi Komunikasi Satelit Arab (Arabsat). (Source)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here