Siapa Mardigu Wowiek? Ini Sosoknya

0

Hampir semua orang yang aktif di medsos dan grup-grup chatting politik dan ekonomi mengetahui siapa Mardigu Wowiek. Dia sosok unik, cerdas, dan kritik-kritiknya menohok, ditambah lagi cara bicaranya yang khas hampir membuat semua postingannya menjadi viral.

Video-videonya tentang kritik sekaligus solusi untuk berbagai permasalahan ekonomi Indonesia sangat menarik, cerdas namun juga tajam atau malah cenderung menghujam bagi pemangku kekuasaan.

Siapa sebenarnya Mardigu Wowiek ini? Sekadar diketahui Mardigu adalah Owner PT Titis Sampurna, PT Empora Gaharu, Narapatih Mind & Mental Clinic, Founder Rumah Yatim Indonesia.Selain itu ia juga seorang pakar Micro Expressions.  

Profilnya dihapus oleh Wikipedia

Mardigu Wowiek kini menjadi kontroversial. Kritikan tajamnya bisa jadi membuat pemangku keputusan negeri menjadi panas.

Dan jika biasanya kita mencari profil seseorang secara daring, maka biasanya akan dikirimkan ke alamat website wikipedia, namun Anda akan kecele dengan itu karena rernyata profil tentang Mardigu Wowiek sudah dihapus Wikipedia.

Di sana tercantum pertanyaan oleh Adi Pratama Siregar, yang kemungkinan orang pertama yang membuat artikel tentang Mardigu Wowiek di Wikipedia.

“Saya ingin mempertanyakan alasan mengapa entry/artikel Mardigu Wowiek Prasantyo dihapus. Apa bagian persisnya dari poin A7 yang membuat entry tersebut dihapus. Terima kasih sebelumnya. Adi Pratama Siregar (bicara) 6 April 2018 (UTC)”

Belum kami ketahui apa isi artikel itu sebelumnya namun melihat tahun pertanyaan diajukan hingga sekarang, artikel tentang Mardigu Wowiek belum ada ladi di wikipedia.

Pencetus Cyronium yang merupakan Cryptocurrency pertama Indonesia

Nama pengusaha asal Bandung Mardigu Wowiek Prasantyo tiba-tiba jadi perbincangan di dunia cryptocurrency dan blockchain technology.

Mardigu melahirkan Cyronium yang bisa jadi merupakan cryptocurrency pertama Indonesia. Di tengah peringatan keras dari Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan, belum ada pengusaha ataupun start up company Indonesia yang terang-terangan menerbitkan uang digital.

Awalnya bukan pengamat Ekonomi melainkan pengamat teroris

Berdasarkan catatan CNBC Indonesia, Mardigu bukanlah orang asing bagi awak media massa atau dengan kata lain sering menjadi narasumber. Anehnya, Mardigu sebelumnya lebih dikenal sebagai Pengamat Terorisme, dibandingkan dengan praktisi cryptocurrency.

Foto Mardigu Wowiek Prasantyo

Sebagai Pengamat Terorisme, nama Mardigu telah beredar di media massa sejak 2009-2010 silam. Pengamat Terorisme ini biasa menjadi narasumber bukan hanya untuk menganalisasi gerakan teroris, tetapi juga mencari petunjuk hal-hal yang masih belum jelas dalam satu kasus terorisme.

Wajar saja banyak media yang percaya Mardigu sebagai pengamat terorisme, karena dalam satu talk show pada 2010, Mardigu mengaku pernah mewawancarai ratusan teroris dan eks teroris.

Sudah 437 teroris yang saya interview oleh saya sendiri, jadi saya tahu karena mereka yang cerita sama saya,” kata Mardigu seperti dikutip dari Detik.com pada 26 September 2010.

Seorang Motivator Bisnis dan Ahli Hipnoterapi hingga Founder Rumah Yatim Indonesia

Mardigu sering mewawancarai ratusan terduga terorisme karena profesinya sebagai hipnoterapi. Dengan kemampuannya dia bisa menggali banyak informasi dan juga sisi psikologi orang-orang yang terduga teroris,

Mardigu juga dikenal sebagai motivator bisnis melalui program Millionaire Mindset Bootcamp yang memiliki situs Millionairecamp.id. Dalam situs tersebut, Mardigu disebut sebagai Triliuner yang memiliki berbagai perusahaan di bidang minyak dan gas. Pendapatan Mardigu di bisnis ini diklaim mencapai US$200 juta.

Mardigu juga dikenal sebagai seorang filantropi dengan program Rumah Yatim Indonesia yang memiliki 10.000 santri. Yayasan ini memiliki banyak cabang di banyak kota di Indonesia.

Membuat Kikuk Bill Gates

Pada tahun 2008, Mardigu mendapat kehormatan menjadi salah satu tamu dalam jamuan makan malam bersama Bill Gates dalam sebuah acara yang digagas wartawan senior dalam tajuk seminar dan pertemuan besar Bill Gates dan presiden SBY dalam sebuah forum di Jakarta.

Dalam kesempatan itu hadir sekira 400 orang undangan istimewa yang terdiri dari para pengusaha, filantropi, wartawan senior dan beberapa pejabat negara.

Dalam satu sesi, peserta dipersilahkan untuk mengajukan pertanyaan pada Bill Gates, namun yang mengankat tangan tanda ingin mengajukan pertanyaan tercatat hampir sekira 100 orang, untuk mensiasati ini panitia membuat aturan agar pertanyaannya ditulis dan nanti akan dijawab oleh Bill Gates lima pertanyaan.

Dengan bekal ilmu komunikasinya, Mardigu membuat trik agar pertanyaannya menjadi salah satu yang dibaca Bill Gates, dan dia berhasil, bahkan lebih dari itu. Pertanyaannya bukan hanya dibaca dan dijawab namun Bill Gates memberi perhatian khusus terhadap pertanyaan ini.

“This very awkward statement. I read it few times about this question. It’s make me uncomfortable.” Demikian respon Bill Gates

Ternyata pertanyaan atau tepatnya pernyataan yang diajukan oleh Mardigu adalah: “You could never be like Andrew Carnagie!

Ternyata Andrew Carnagie adalah idola Bill Gates, dan fotonya selalu ada dalam dompetnya. Dan hal itu hanya ia dan istrinya yang tahu. Dan pertanyaan Mardigu ini membuat Bill Gates kaget.

Dan itulah Mardigu Wowiek Prasantyo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here