Statistik Negara dengan Penduduk Terpendek dan Tertinggi, Ternyata Posisi Indonesia Mengagetkan

0

Pernah bertanya-tanya kebangsaan mana yang paling tinggi? Dan ini faktanya

Pada bulan September 2019, situs telegraph.co.uk memuat statistik rata-rata tinggi penduduk dunia. Ada sekira 101 negara yang diteliliti statistiknya dan ada beberapa negara (yang berwarna abu-abu di peta) tidak memiliki data yang jelas.

Statistik itu menunjukkan bahwa negara Eropa tetap menempati rata-rata ketinggian tertinggi dibanding bagian sisi bumi lainnya.

Negara-negara tertinggi ada di Eropa
Belanda, salah satu negeri tertinggi di Eropa: AP/FOTOLIA

Bosnia-Herzegovina menempati posisi pertama kemudian diikuti Belanda yang hanya berselisih sepersekian senti saja.

Secara khusus, orang-orang dari Pegunungan Alpen Dinaric, sebuah pegunungan di negara Balkan, yang tercatat sebagai yang tertinggi di dunia: 185,6 cm, atau 6 kaki 1,1 inci, rata-rata. 

Negara-negara lain di antara 10 tertinggi termasuk Denmark, Norwegia, Jerman dan Kroasia. 

Dan uniknya, ternyata Inggris berada di peringkat 27 dengan penduduknya mempuyai tinggi rata-rata berada di 1,77 meter.

15 negara tertinggi di dunia

  1. Bosnia dan Herzegovina – 1.839m
  2. Belanda – 1,838m
  3. Montenegro – 1,832m
  4. Denmark – 1,826m
  5. Norwegia – 1,824m
  6. Serbia – 1,82 m
  7. Jerman – 1,81 m
  8. Islandia – 1.81m
  9. Kroasia – 1,805m
  10. Republik Ceko – 1.803m
  11. Slovenia – 1.803m
  12. Luksemburg – 1,799m
  13. Slovakia – 1,794m
  14. Austria – 1,792 m
  15. Estonia – 1,791m

Sudan Pernah Menjadi Negara Dengan Penduduk Tertinggi

Situs  averageheight.co, yang mengumpulkan data dari berbagai sumber (dan yang statistik yang digunakan untuk peta di sini), tidak memiliki statistik untuk banyak sub-Sahara Afrika

Namun, ternyata orang Nilotik yang hidup di daerah dekat Lembah Nil, Danau Besar Afrika, dan Ethiopia barat daya, pernah menjadi negara dengan penduduk tertinggi di Bumi. Sebuah studi tahun 1963 tentang Nilotes Sudan menemukan tinggi rata-rata pria di sana saat itu adalah 182,6 cm. 

Namun mungkin karena berbagai permasalahan ekonomi dan kesejahteraan yang saat ini dialami oleh sebagian besar penduduk Afrika, OECD/Organisation for Economic and Co-operation and Development pernah membuat sebuah laporan bahwa mereka mencatat statistik orang Afrika sub-Sahara dari tahun 1870-an hingga 1940-an memiliki tinggi dua sentimeter lebih tinggi dari rata-rata penduduk dunia. Namun, di saat bagian dunia lainnya meningkat kemakmurannya sejak tahun 1960-an, dan sekarang orang Afrika sub-Sahara 1,4 cm di bawah rata-rata global. 

Asia dan Amerika Selatan Mendominasi penduduk terpendek, Dan Indonesia Paling Buncit

Sebagian besar negara di Asia dan Amerika Selatan ternyata menempati posisi penduduk terpendek di dunia. Dan ternyata yang paling pendek di antara mereka adalah Indonesia!

15 negara terpendek di dunia

  1. Indonesia – 1,58m
  2. Bolivia – 1,6m
  3. Filipina – 1,619m
  4. Vietnam – 1,621m
  5. Kamboja – 1,625m
  6. Nepal – 1,63 m
  7. Ekuador – 1,635m
  8. Sri Lanka – 1,636m
  9. Nigeria – 1,638m
  10. Peru – 1,64 m
  11. India – 1,647m
  12. Panama – 1.65m
  13. Bahrain – 1,651m
  14. Irak – 1,654m
  15. Korea Utara – 1.656m

Pada statistik tinggi wanita,  Belanda menempati posisi teratas. Di luar itu, gambarannya hampir sama, dengan Eropa utara mendominasi dan Inggris di peringkat ke-32. Indonesia? Masih paling buncit.

Mengapa Belanda begitu tinggi Sedang Indonesia Begitu Pendek?

Ben Coates, yang menulis untuk Telegraph Travel tahun lalu, menjelaskan bahwa saat abad 17 dan 18, Belanda mulai menjadikan produk susu sebagai ikon mereka.

Banyak susu diminum, dan beberapa diubah menjadi keju, yang sering dinamai sesuai kota-kota tempat mereka diperdagangkan, seperti Gouda dan Edam. Ketika produksi susu meningkat, konsumsinya juga memiliki efek samping yang aneh: itu membuat Belanda menjadi negara raksasa.”

Dan ternyata studi menunjukkan sebelum pertengahan 1800-an, tinggi rata-rata orang belanda hanya sekira 5 kaki 4 inci. Lebih pendek dari rata-rata orang Eropa dan Amerika.

“Namun, selama 150 tahun berikutnya, ketika konsumsi susu meningkat, orang Belanda melonjak melewati yang lainnya.” jelas Ben.

Di sisi lain, di saat tinggi orang Belanda menanjak di saat bersamaan negeri Indonesia dijajah oleh Belanda. Apakah ini bisa menjadi penyebab?

Bukan Cuma Nutrisi, Gen dan Budaya Sangat Berperan

Namun, studi juga mengatakan bukan hanya masalah nutrisi. Sebuah studi tahun 2014 menemukan bahwa ternyata pria-pria yang subur memiliki kecenderungan lebih tinggi. Dan ternyata pria Belanda termasuk yang memiliki tingkat kesuburan tinggi sehingga diduga berperan dalam statistik.

Gen juga sangat berperan. “Tinggi badan sangat diwariskan – orang tua yang lebih tinggi cenderung memiliki anak yang agak lebih tinggi daripada orang tua yang lebih pendek. Karena individu yang lebih tinggi akan memiliki lebih banyak keturunan di generasi berikutnya yang akan lebih tinggi, rata-rata tinggi dalam generasi itu akan sedikit lebih tinggi rata-rata daripada generasi sebelumnya, jika semuanya sama. “

Ada juga preferensi budaya untuk dipertimbangkan. Di sebagian besar negara Eropa, tinggi badan cukup menentukan dalam mencari pasangan. Dan mungkin ini menjadi semacam seleksi alam bahwa yang tinggi akan terus berkembang sedang yang tidak tinggi tidak terlalu berkembang.

Sedang di Asia pada umumnya tinggi bukan menjadi standar untuk sebuah pilihan pasangan,

Itu semua gouda itu
Sudut Negeri Belanda CREDIT: GETTY

Apakah kita tumbuh atau menyusut?

Gizi yang buruk dan penyakit masa kanak-kanak membatasi pertumbuhan manusia. Oleh karena itu, secara umum, tinggi manusia telah tumbuh secara signifikan dalam satu atau dua abad terakhir. Tetapi sejumlah negara, termasuk Inggris, telah mengalami sedikit penurunan dalam ketinggian rata-rata selama beberapa dekade terakhir. Lainnya, seperti Korea Selatan, terus tumbuh pesat. 

Bagaimana Islam Memandang Tentang Fisik Seseorang

Salah satu sebab munculnya kolonialisasi saat dulu adalah rasa superioritas yang dimiliki kaum penjajah karena keunggulan rasnya. Mereka merasa tinggi dan merasa berhak untuk menjadi penguasa. Dan ini dirasakan oleh Indonesia sebagai jajahan Belanda yang cukup lama.

Sedang Islam sangat menentang hal tersebut. Ras, Suku, negara, fisik yang diciptakan beraneka rupa bukan untuk menjadi penguasa satu atas yang lain, melainkan agar saling mengenal. Dan sesungguhnya kemuliaan di sisi Allah adalah yang paling bertakwa.

“Wahai manusia, sesungguhnya Aku menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal” (Q.S Al-Hujurat:13).

Dalam hal kemampuan akal dan pengetahuan yang terangkum dalam hal yang dinamakan peradaban dan kebudayaan, tinggi atau pendek itu bukan sebagai penentu. Ada banyak faktor.

Jika saat ini negara Eropa sangat maju bukan karena faktor tingginya, begitupun sebaliknya Indonesia masih berkutat sebagai negara berkembang bukan karena faktor pendeknya. Namun mental, sikap, etos kerja, ditambah dengan kebijakan pemerintahan sangat berpengaruh untuk itu.

Semoga bermanfaat.

Sumber statistik: telegraph.co.uk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here