Video Trump Diruqyah, Benarkah?

0

Beredar di banyak media sosial dan whatsapp video presiden Trump di kelilingi oleh orang yang diduga ahli agama dan berlaku seperti mendoakan Trump dengan masing-masing orang tersebut memegang bahu Trump tanda ikut mendoakan.

Kemudian ada narasi yang juga disertakan dalam video tersebut diantaranya: DONALD TRUMP minta di RUQYAH oleh MASJID AGUNG WASHINGTON DC,, karna takut VIRUS CORONA,,,,, ha ha ha ha ha ,,,,,,,, DAJJAL TAKUT MATI😛😁

Benarkan video tersebut?

Hoax Video yang sama dengan narasi Berbeda

penasaran.com mencoba menelusuri video tersebut dengan cara membuat screenshot dari video tersebut dan meletakannya di image.google.com dan keluar beberapa berita tentang itu.

Salah satunya berjudul “Christian leaders lay hands on and pray for Donald Trump ahead of impeachment vote“. Di sini diberitakan bahwa:

Pendukung Kristen evangelis Presiden Donald Trump meletakkan tangan dan berdoa untuk presiden minggu ini di Ruang Roosevelt Gedung Putih, hanya beberapa hari sebelum Dewan Perwakilan Rakyat memberikan suara untuk menyetujui prosedur penyelidikan pemakzulan.
Di antara yang hadir, ketua kelompok kebencian Tony Perkins dari Family Research Council; Mantan Anggota Kongres GOP dan kandidat presiden yang gagal Michelle Bachmann; Kontributor Fox News, dan pendeta megachurch Dallas anti-Muslim, anti-Katolik, dan Yahudi Robert Jeffress; Fokus Pada Keluarga dan pendiri Dewan Penelitian Keluarga Dr. James Dobson; Presiden Nilai-Nilai Amerika Gary Bauer; Pastor Injil Pastor Paula White Cain; dan lain-lain.

Namun sepertinya berita inipun tidak sepenuhnya benar karena ternyata media di Amerikapun tidak sepenuhnya terbebas dari sentimen politik.

Video Asli

Kemudian, penasaran.com menemukan video sejenis di Youtube dengan judul Faith leaders put hands on Trump and pray, Pemimpin kepercayaan (evangelist) meletakan tangan di atas Trump dan berdoa.

Jika diperhatikan, video ini sama persis dengan video yang beredar. Sekumpulan orang berdiri di belakang trump kemudian melakukan doa dengan memegang bahu/pundak Trump.

Namun dalam video ini tidak seperti video yang beredar di atas yang mana orang yang berdoa seperti memakan bahasa Arab. Di Video ini doa yang dipanjatkan adalah dalam keyakinan Evangelist, salah satu aliran kepercayaan kristen.

Kemudian juga ditemukan video yang memuat prosesi sebelum acara tersebut

Video ini berjudul President Trump meets religious leaders on National Day of Prayer.

Dalam berita dari website au.org, dinyatakan disana bahwa peristiwa itu terjadi pada bulan September 2017. Berikut berita tersebut yang sudah diterjemahkan:

01 Sep 2017 oleh Rob Boston

Kami telah menyaksikan dari jauh kehancuran dan tragedi yang dibawa oleh Badai Harvey ke Pantai Teluk Texas. Hati kami bersama mereka yang baru memulai proses pemulihan. Sesulit minggu lalu, ada sedikit kenyamanan dalam menonton, seperti yang sering kita lakukan, orang Amerika datang bersama-sama untuk membantu orang-orang di daerah itu melalui sumbangan dan sukarela.

Namun, alih-alih berfokus pada apa yang telah menyatukan semua orang, Presiden Donald Trump hari ini mengadakan acara pers di Oval Office dengan sekelompok pemimpin fundamentalis agama dan menandatangani proklamasi yang menyatakan hari Minggu sebagai Hari Doa Nasional. (Gubernur Texas Greg Abbott mengeluarkan proklamasi serupa.)

Seruan Presiden Trump untuk hari doa resmi terpecah, bukan menyatukan orang Amerika. (Cuplikan layar dari YouTube)

Selama acara itu, Pastor Robert Jeffress, seorang pendeta Baptis Selatan dari Dallas, memuji Trump sebagai pemimpin yang mempersatukan. 

Kesimpulan

Jadi broadcast yang beredar yang mengatakan Trump sedang diruqyah adalah sama sekali tidak benar alias hoax. Dan bahwa doa yang dipanjatkan saat itu adalah doa Islam juga adalah hoax karena video asli tidak demikian. Dan sama sekali tidak berhubungan dengan Corona karena terjadi tahun 2017

Semoga bermanfaat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here